SMP IT Al Fawwaz – Fajar 11 Februari menjadi titik mula perjalanan batin siswa kelas 9 dalam rangkaian Emotional Spiritual Camp (ESC) yang berlangsung hingga 13 Februari. Selama tiga hari, mereka diajak keluar dari rutinitas, mendekat pada makna, dan menata ulang arah hidup melalui materi-materi penguatan emosional dan spiritual. Setiap detik kegiatan dirancang bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dirasakan dan dihidupi.

Hari pertama dibuka dengan materi “Pentingnya ESQ” oleh Mr. Ade Hery Iswanto, S.M., yang menekankan pentingnya keseimbangan kecerdasan emosional dan spiritual sebagai fondasi kesuksesan sejati. Dilanjutkan materi “Hakikat Hidup di Dunia” oleh Vidyawati, M.Pd., yang mengajak siswa merenungi tujuan penciptaan dan tanggung jawab sebagai hamba Allah. Refleksi malam menjadi ruang sunyi untuk mengendapkan pemahaman, mempertemukan ilmu dengan kesadaran diri.
Hari kedua diawali dengan qiyamullail, shalat Subuh berjamaah, dan tadabbur QS. Ali Imran ayat 134. Materi “Wisata Alam Akhirat” disampaikan oleh Sri Rahayu, S.Ag., yang membawa siswa membayangkan kehidupan setelah dunia sebagai motivasi memperbaiki amal hari ini. Siang harinya, materi “Membersihkan Jiwa” oleh Naufal Akmal, M.Pd. mengajak peserta mengenali penyakit hati dan pentingnya tazkiyatun nafs dalam membangun karakter. Setiap sesi diakhiri dengan refleksi mendalam agar nilai-nilai yang disampaikan tidak berhenti di kepala, tetapi turun ke hati.

Hari berikutnya menghadirkan materi “Mengelola Emosi” oleh Drs. H. Mualif Widjono yang membimbing siswa memahami cara merespons marah, kecewa, dan tekanan secara bijak. Dilanjutkan dengan materi “Mengenal dan Mengingat Allah” oleh M. Miftah Farid KH, S.Pd., yang menegaskan bahwa ketenangan hidup hanya lahir dari kedekatan dengan-Nya. Materi “Sholat Khusyuk” oleh Baitsa Asy’ariyi, Lc. menjadi penutup penguatan ruhani, sebelum seluruh siswa larut dalam muhasabah yang penuh haru.
Banyak siswa mengaku merasakan perubahan dalam dirinya. “Saya jadi lebih sadar tujuan hidup dan ingin memperbaiki shalat saya,” ungkap salah satu peserta dengan mata berkaca-kaca. Kepala Sekolah, Mr. Ade Hery Iswanto, S.M., berharap ESC menjadi titik balik bagi siswa kelas 9 untuk melangkah ke jenjang berikutnya dengan iman yang kokoh dan akhlak yang matang. Sementara itu, Ketua Yayasan, Drs. H. Mualif Widjono, menyampaikan harapan agar kegiatan ini melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. ESC pun menjadi lebih dari sekadar program—ia adalah perjalanan pulang menuju hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.
