SMP IT Al Fawwaz – Aroma rempah yang menggoda langsung menyambut siapa pun yang memasuki Aula Lantai 4 SMP IT Al Fawwaz pada Selasa, 23 Desember 2025. Suasana berbeda terasa sejak pagi, ketika para siswa bersiap mengikuti Lomba Master Chef yang menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam rangkaian Class Meeting 2025. Kegiatan ini sukses menghadirkan semangat kompetisi sehat sekaligus kreativitas siswa dalam mengolah kekayaan kuliner Nusantara.
Lomba Master Chef diselenggarakan oleh SMP IT Al Fawwaz sebagai bagian dari penutup kegiatan pembelajaran semester sekaligus ajang pengembangan bakat nonakademik siswa. Setiap kelas mengirimkan lima perwakilan terbaiknya sebagai chef muda yang bertugas mengolah dan menyajikan hidangan khas daerah. Seluruh proses lomba dipusatkan di Aula Lantai 4 yang disulap menjadi dapur besar penuh warna, aroma, dan keceriaan.

Beragam masakan khas Nusantara tersaji dalam lomba ini. Mulai dari kuliner daerah Sunda, Jawa, hingga Aceh, para peserta menghadirkan menu seperti nasi uduk, kari bihun, soto Lamongan, nasi liwet, sayur krecek, gado-gado, pecel, nasi goreng daun jeruk, mi Aceh, pecel Madiun, hingga sayur asem. Setiap hidangan menunjukkan kekayaan rasa dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Menariknya, peserta terlibat secara penuh sejak tahap awal. Mereka menyiapkan bahan, memasak, melakukan plating, hingga menyajikan hidangan secara mandiri. Kekompakan tim, ketepatan waktu, kebersihan area memasak, serta kreativitas penyajian menjadi bagian penting dalam jalannya perlombaan. Suasana kompetisi pun terasa hidup dengan sorak dukungan dari teman sekelas yang menyaksikan.

Pada tahap akhir, setiap tim mempresentasikan hasil masakannya secara detail di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan oleh Mr. Miftah Farid, S.Pd., GR. dan Ms. Rezki, M.Pd., yang menilai cita rasa, tampilan, konsep menu, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan proses dan keunikan masakannya. Melalui Lomba Master Chef ini, Class Meeting 2025 SMP IT Al Fawwaz tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual yang melatih kemandirian, kerja sama, dan kecintaan siswa terhadap budaya kuliner Nusantara.
